1 SMS MENGGETAR RASA!



7 OKTOBER 2009.

Menjemput semula air mata bertandang lagi. Ya Rabbi….puas aku mahu hentikan tangisan; tapi makin mendesah jiwaku. Seluruh alam ini bagaikan kosong, sesepi hati ini. Ya Allah …aku kerinduan! Rindu pada sesosok tubuh yang pernah bernama ASRI IBRAHIM; hamba-Mu yang telah dibawa keharibaan kasih dan redha-Mu.

Aku cuba mengagahi diri, membaca sekali lagi titipan ingatan sms KAK JANNAH, isteri gemulah ASRI IBRAHIM yang menggoncang perasaan dan menggetar rasa. Isinya ringkas – tapi bisa buat dunia ini hilang, dihijab wajah sahabatku ini. Inilah sms tersebut:


“Salam. man apa khabar? Mcm mane hidup tanpa ustaz?
Man ada ziarah ustaz ke?..... kalau senang datang lah 
bawak mak ke rumah akak. Boleh kita bual panjang”

Aku menjadi kaku. Tak mampu berbahasa. Hati jemari ini kejang. Tak mampu aku menjawab – membalas saat itu. Esoknya baru ku utuskan sebuah jawapan padanya….

TIDAK PERLU BERPURA DALAM MUNAJAT!


Di antara kita ada yang berkata, “Saya telah merasakan pentingnya doa, tapi saya tidak tahu doa yang tersusun bagus. Saya hanya tahu sedikit tentang agama, apakah doa saya yang sederhana ini akan dikabulkan? Apakah saya harus tetap berdoa atau tidak? Saya tidak mampu berdoa dengan bahasa arab atau doa peninggalan para Nabi ….”


Saudaraku tercinta yang jujur pada dirinya, pernah seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw lalu berkata, “Wahai Rasulullah, saya tidak mampu menirukan bacaan-bacaan anda mahupun bacaan Muadz”. Maka Rasulullah saw pun bertanya, “Apa yang biasa anda baca?”. Lelaki itu menjawab. “Aku berucap dalam bahasaku sendiri, ‘Ya Allah, sungguh aku meminta syurga kepadaMu dan berlindung kepadaMu dari api neraka”. Rasul pun mengatakan”Demikian jugalah aku dan Muadz biasa mengucapkan”) (HR Ibnu Majah dan Imam Ahmad)


Saudaraku tercinta, berdoalah kepada Allah seperti yang anda rasakan dan janganlah membebani diri. Jangan membuat-buat munajat. Jadilah diri anda sendiri, dan seketika itu juga anda akan menemukan lidah anda seolah lidah para Solehin! Tentu bila anda betul-betul tulus dan mencintai Allah seraya merasakan dalamnya nilai kepasrahan anda terhadap-Nya yang akan menumbuhkan kerendahan , kekhusyukan, ketenangan, perasaan butuh, dan keberhibaan penuh kepada Sang Pencipta langit dan bumi.


Ada sejemput pengalaman sederhana yang bisa kita temukan dalam Surah Al-Fatihah.


Saya lihat anda kehairanan! Ya, Surah Al-Fatihah telah mengajarkan kita bagaimana kita berdoa. Dalam solat, anda mengucapkan:


“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Segala Puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Yang menguasai hari pembalasan” (Al-Fatihah:1-4)


Ini semua adalah pujian, pujaan dan pengagungan nama Allah.


Kemudian,


“Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”


Ini adalah penyandaran diri kepada Allah swt. Baru kemudian kita berdoa dan meminta,


“Tunjukilah kami jalan yang lurus….”


Mari mulai sekarang, belajarlah bagaimana anda membaca Al-Fatihah!

MEREKA MENINGGALKAN KITA TANPA JEJAK!...


“KENALILAH DIRI KAMU!” adalah petua Yunani purba, yang kononnya - apabila diterapkan nescaya akan memungkinkan kita untuk mengetahui semua rahasia para dewa dan cakrawala.

Sementara ahli seni peperangan Cina purba, Su-Tzu, memberi kata azimat kepada para panglima perang, “agar mengenali musuh dan diri anda”
Siapa tahu, mungkin saja petua Su-Tzu itulah yang kemudian diterapkan oleh Sir Francis Walsingham (1530-1590), yang dijuluki sebagai ‘Spymaster of Queen Elizabeth I of England”

Dengan kebijaksanaannya, England akhirnya mampu menghancurkan Armada Sepanyol (1588) berkuatan 130 tongkang perang, yang dikerahkan untuk menyerbu dan menaklukkan England dan kemudian mendudukkan seorang Ratu Katolik di takhta Negara yang ditaklukkan itu.


Namun, strategi licik Sir Francis Walsingham, armada raksasa milik Sepanyol itu nyaris lumat di tangan tongkang-tongkang Inggeris (England) yang kebanyakan adalah perahu-perahu komersil yang kemudian dilengkapkan dengan senjata. Sir Francis Walsingham berhasil menghimpun banyak data mengenai kekuatan dan kelemahan armada Sepanyol itu dari agen-agennya yang disebar di mana-mana. Di sini konteks “tak kenal maka tak cinta” sudah bertukar menjadi “tak kenal kan susah menang!”


Di sinilah letak kelebihan badan perisikan Israel, Mossad. Agennya mampu menyusup ke mana-mana dan berdedikasi dan profesional, dan umumnya ampuh dalam mengumpulkan data. Namun tetap saja “tak ada gading tak retak.” Bahkan dalam hal Mossad pun peringatan orang tua-tua kita ini cukup tepat. Mossad adalah badan Perisikan luar negera Israel, dikenal dengan nama, dalam bahasa Ibrani, “Hamossad le-Modiin ule-Tafkidim Menyuhadim” Selama ini ada dua nama perisikan Israel yang sangat mashur. Di samping Mossad, dikenal pula “Shabak”, singkatan dari “Sherut Bitahon Klali”, dalam bahasa Inggeris dikenal sebagai “Shin Bet” atau Bahasa Keamanan Israel. Walau bagaimanapun, Israel diketahui memiliki 5 badan perisikan , namun 2 inilah yang paling terkenal. Mossad bergerak di luar negera, sebagaimana halnya dengan Perisikan Inggeris (England/Britain) M16, sedang Shin Bet mengurus risikan dalam negara, sepertimana dengan M15 di England atau Britain.

Selama ini yang lebih sering terdengar adalah kerberhasilan-keberhasilan luar biasa Mossad dalam menangani musu-musuh Israel di luar negera.
Salah satu di antaranya adalah penculikan penjahat perang Nazi Jerman Adolf Eichman dari Argentina dalam tahun 1960.

Setelah mendengar bahawa Eichman telah melarikan diri ke negara Amerika Selatan itu, Mossad mamanfaatkan perayaan ulang tahun kemerdekaan Argentina ke-150 untuk memerangkap kembali Eichman dalam keadaan hidup.
Setelah memantau selama beberapa waktu, para petugas Mossad yang menyamar sebagai para tetamu yang ikut memeriahkan peringatan itu, mendapat bukti bahawa buruan mereka itu memang Adolf Eichman. Malang bagi Eichman, suatu petang, ketika dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya, ia membeli bunga. Seorang petugas Mossad yang memantaunya sedar, bahawa hari itu memang bersamaan dengan ulang tahun isteri Eichman. Setelah dipastikan bahawa orang itu memang Eichman, tindakan segera dilancarkan. Eichman kemudian diculik, lalu disembunyikan di sebuah rumah di Buenos Aires, sebelum pada Hari H dibius hingga terhoyong-hoyong dan dipakaikan seragam pramugara pesawat penerbangan Israel El Al. Kepada petugas Argentina di situ, pihak Mossad mengatakan bahawa Eichman sebenarnya adalah petugas yang sakit. Adolf Eichman akhirnya digantung di Tel Aviv dalam tahun 1961.

Perbuatan “sayang isteri” Eichman itu harus dibayarnya dengan nyawa di tiang gantungan. Namun “sepandai-pandainya tupai meloncat sesekali jatuh juga”- maka begitu pulalah dengan Mossad.

“Kegagalan” paling memalukan Mossad adalah percubaan untuk mengasasinasi membunuh salah seorang pemimpin Gerakan Perlawanan Islam- HAMAS- waktu itu, Khalid Mashal, di ibukota Yordania, Amman, 4 Oktober 1997. Perbuatan penyuntikan racun ke tubuh Marshal terungkap, Yordania dan Amerika kemudian menekan Israel, yang akhirnya mengirim seorang doktor dengan penawar. Peristiwa itu menimbulkan hiruk-piruk bukan saja di berbagai negara termasuk juga Israel sendiri.

Sebelumnya para petugas Mossad juga pernah melakukan kesilapan-kesilapan ketika sesi menuntut balas dendam kepada warga Arab yang salah di Skandinavia dan (yang disangka adalah pelaku penahanan dan pembunuhan atlet Israel dalam Olimpik Munich, Jerman, 1974.
Mossad juga sempat dicela kerana gagal menamatkan Intifada kedua oleh rakyat Palestin dalam tahun 2000. Barangkali salah satu noda besar Mossad di mata mancanegara adalah kerjasama erat yang pernah dijalinnya dengan badan risikan “Savak” yang terkenal sangat kejam ketika beroperasi dalam permintahan Sha Pahlevi. Akan tetapi, dapat dipastikan bahawa Mossad, terkadang dengan berat hati, di jadikan oleh banyak badan risikan tentang cara-cara terampuh untuk membela kepentingan nasional.

Apa pun, tidak ada salahnya mengenali musuh kita, agar dapat dikawan dengan lebih mampan lagi sesuai petua Su-Tzu.

Right or wrong, my country?


Kisah yang sangat menarik, tentang seorang agen Mossad yang menyusup dalam pemerintahan Syria dan hampir-hampir menjadi seorang yang sangat penting di negara tersebut – ELI COHEN.


Tapi saya akan menceritakan dalam pembuka ini hanya kisah Eli Cohen saja, kerana menurut saya ini menjadi kisah yang sangat kuat dan boleh menjadi contoh untuk rakyat Malaysia yang tercinta. Terutama bahagian korupsi dalam cerita ini.
Hampir-hampir saja, cerita Eli Cohen menjadi Presiden Syria, jika skandal ini tak terbuka!

Tapi secanggih apapun rencana yang telah disiapkan manusia, tak akan pernah menang berhadapan dengan rencana Pencipta Manusia. Setelah melakukan penelusuran tentang kes Eli Cohen berikut adalah kisah yang menghebohkan dunia pada tahun 1965 itu!
Namanya Eli Cohen dan bertulis dalam bahasa Ibrani serperti כהן אלי. Ia adalah Yahudi kelahiran Mesir tang direncanakan oleh Mossad akan disusupkan ke dalam pemerintahan Syria. Ia dilatih dengan sangat serius di Israel, terutama kemampuan bahasa, sampai ia menguasai bahasa tingkat slank, bahasa pergaulan sehari-hari warga Arab Syria.

Setelah menyelesaikan latihannya di Israel oleh Mossad, Eli Cohen dikirim ke Argentina dengan identiti palsu sebagai seorang Arab Syria yang bernama Kamel Amin Tsa’bet. Di Argentina ia bergaul dan menjadi akrab dengan komuniti Syria di negara Amerika Latin tersebut. Bahkan tak satu pun orang dapat mengenalinya. Bahawa Kamel Amin Tsa’bet sesungguhnya adalah Eli Cohen, seorang Yahudi yang sedang bekerja untuk agen perisikan Israel, Mossad.
Hanya dalam waktu yang sangat singkat, ia sudah sangat akrab dengan komuniti Syria di Argentina. Tak hanya itu, Eli Cohen bahkan sudah mulai berpengaruh dengan komuniti tersebut. Maklum, semua ini memang telah dirancang, dan Mossad tentu saja tidak ingin semua perlaburan yang telah ditanam dalam diri Eli Cohen sia-sia.

Eli Cohen alias Eliahu Cohen alias Kamel Amin Tsa’bet lahir di Alexandria, Mesir pada 16 Disember 1924. Ayahnya, Shaul Cohen, berimigrasi dari Aleppo Syria ke Mesir pada tahun 1914. Eli Cohen sendiri besar dan dewasa di Mesir, bahkan sebelum menjadi mata-mata, namanya sudah tercatat di badan risikan Hagganah, sebagai salah seorang yang berperanan dalam membantu warga Yahudi keluar dari Mesir.
Ketika di Mesir, dia sudah pernah dicurigai, kerana melakukan kegiatan mata-mata. Bahkan pada tahun 1952, ia pernah terlibat aktiviti mendukung Zionisme dan ditangkap oleh anggota keamanan Mesir.

Ketika di Mesir inilah ia mengerjakan tugas-tugas yang membuat hubungan Mesir dengan dunia Barat memburuk. Beberapa contoh yang dia lakukan adalah membantu operasi perisikan Mossad melakukan sabotaj di kedutaan besar Inggeris dan Amerika. Pada tahun 1956, Mesir melakukan kempen anti Yahudi di Mesir dan ini memaksa Eli Cohen meninggalkan negera piramid tersebut. Eli Cohen berhasil keluar dari perairan Mediteranian, menuju Naples lalu masuk ke Israel.
Tugas Cohen setelah Mesir, seperti yang diceritakan pada awal kisah, adalah Argentina. Di negeri ini ia menyamar sebagai seorang ahli perniagaan yang berjaya di Syria. Dan ia menjalin hubungan yang sangat dekat dengan General Amin Al-Hafez, yang kelak menjadi Presiden Syria.

Pada tahun 1961, Syria dilanda kemelut politik yang melahirkan golongan reformasi. Eli Cohen pergi dariArgentina dan kembali Israel, kemudian masuk Damaskus dan menjadi salah satu anggota parti Baath dan menjadi seorang pejuang Arab yang militan tanpa seorang pun mengetahui bahawa ia sebenarnya adalah seorang Yahudi agen Mossad. Ia mendapatkan keizinan dari pejabat di kedutaan Syria di Argentina untuk pulang dan memberi manfaat kepada Syria.
Bukan anggota sebarangan, di dalam parti Baath - dia bahkan menjadi orang yang sangat berpengaruh. Dia terlibat dalam muktamar nasional keenam yang dilakukan oleh parti Baath pada 5 Oktober 1963 yang dihadiri tokoh pencetus parti Baath sendiri, Michael Afflaq, berjanji menemui Eliahu Cohen dalam acara tersebut. Keterlibatannya dalam elit politik di Syria, membuat Cohen mengumpulkan informasi yang sangat kaya.

Sepanjang tahun 1962 sampai 1965, ia membekali Israel dengan berbagai informasi, mulai dari foto, lukisan pertahanan, nama-nama dan strategi ketenteraan Syria. Dan data-data yang dikumpulkan oleh Cohen ini sangat berguna bagi Israel pada peristiwa Perang Enam Hari antara negara-negara Arab dan Israel.
Tapi bukanlah itu yang paling merosak dalam kegiatan Cohen. Kamel Amin Tsa’bet alias Eliahu Cohen telah membuat akhlak dan mental para pegawai tertinggi Syria rosak dengan rasuah dan korupsi, zina dan penyelewangan yang ia fasilitasi. Cohen membawa masuk peralatan komunikasi teknologi tinggi dari Israel, dengan cara menyuap pejabat-pejabat imigrasi di sana. Dan dengan leluasa, peralatan tersebut is gunakan untuk menghantar berbagai informasi langsung ke Israel dari rumahnya.

Sampai suatu hari, tetangga depan rumahnya milik kedutaan India, mangadu pada polis kerana ada gangguan komunikasi dengan signal tinggi di wilayah ini. Tapi laporan-laporan tersebut tidak pernah diambil tindakan, kerana selain segan pada posisi Eli Cohen, polisi setempat juga telah memakan rasuah yang disiapkan Cohen untuk melancarkan penyamarannya.
Di masa yang sama, anggota perisik Syria juga sudah merasa curiga, tapi belum mengetahui untuk curiga pada siapa. Kecurigaan ini muncul kerana beberapa kejadian yang seharusnya informasinya sangat confidential, ternyata sudah diketahui oleh pihak luar.

Sampai suatu hari, Syria bekerjasama dengana Rusia dalam peralatan ketenteraan dan pertahanan. Salah satunya adalah alat pengesan signal komunikasi tingkat tinggi dan radar, yang diketahui secara pasti dan tepat.
Pada hari yang telah ditentukan, tanpa sepengetahuan Eli Cohen, anggota keamanan Syria mematikan seluruh kemudahan penyiaran, baik radio ataupun televisyen selama 24 jam. Tanpa signal penyiaran yang memang cukup besar, maka signal-signal komunikasi yang lain akan dapat dikesan. Salah satunya, signal yang paling kuat berasal dari rumah Eliahu Cohen. Radar buatan Russia ini berhasil menangkap signal yang kuat dari rumah Cohen, dan tentu saja ini mengundang kecurigaan.

Regu khusus telah disiapkan untuk merempuh masuk dan menangkap Cohen yang sedang mengirimkan data-data yang berhasil is kumpulkan untuk Israel.
Berita penangkapan Cohen baru muncul dan ramai menjadi perhatian media, beberapa bulan kemudian, saat sebuah radio, Sout Al-Arab menyiarkan berita yang menghebohkan ini kepada dunia Arab.Eli Cohen sendiri harus menjalani penahanan dan penyeksaan saat disoal-siasat..

Sebelum berita ini muncul, sebenarnya agen perisik Mesir sudah mencurigai saat Cohen terlihat di perbatasan Syria dan Israel bersama pejabat-pejabat Syria. Sebagai ganjaran, Cohen pada 18 Mei 1965, disaksikan lebih dari 10,000 rakyat Syria Eliahu Cohen digantung di tengah lapangan. Andai saja penyamaran Cohen tak terungkap, ia hampir dapat menjadi Presiden Syria.


Cohen yang digantung, dianggap sebagai pahlawan oleh rakyat Israel. Hingga saat ini merekamasih memperjuangkan agar tulang belulang Cohen dapat dipindahkan dari Syria ke Israel. Tapi sampai hari ini juga pemerintahan Syria tidak mengizinkannya. Kerosakan yang dihasilkan oleh operasi Cohen ini sungguh luar biasa. Bukan saja pada politik dan pertahanan, keamanan dan rahsia Negara, tapi lebih jauh dari itu, Cohen telah berhasil menanamkan jiwa-jiwa kotor dalam tubuh birokrasi dan ketenteraan di Syria. Dan ini adalah kerosakan yang lebih bahaya dari sekadar serangan militan.

Bangsa kita ini tidak saja diserang melalui fizik, tidak diserang melalui ketenteraan, tap diserang beberapa pintu lain. Melalui pintu liberalisasi, pintu ekonomi, pintu kehancuran akhlak dan moral. Dan ini jauh lebih dalam kesannya, berbanding tekanan-tekanan fizik yang juga telah dilakukan. Jika tekanan-tekanan fizik yang rosak, dalam hitungan satu atau dua generasi, belum tentu lurus perjalanan bangsa ini.

Hal demikian yang membuat saya prihatin sekali atas nasib negeri ini. Apakah tidak ada yang sedar, atau tidak adakah yang mencurigai bahawa perjalanan berbagai kes korupsi ini sudah jauh dari “normal”? Berbagai kes korupsi ini telah dirancang, dan saya berani menyakini, kepentingan Zionis Israel Yahudi yang ada di belakangnya!


Mudah-mudahan saya salah. Tapi mudah-mudahan, ini yang lebih penting, bangsa ini harus bangkit dari segala perangkap yang membelenggu Malaysia. Korupsi ini sudah menghancurkan, sangat menghancurkan Negara ini. Dan saya berharap, catatan yang ada di hadapan pembaca ini memberikan sedikit bantuan setidaknya untuk mengenali jenis-jenis godaan yang biasa jadi bukan muncul dengan sendirinya, tapi dirancang dengan tujuan-tujuan tertentu untuk menghancurkan.


Insya’ALLAH! Semoga dipermudahkan untuk saya mempersembahkan kepada anda semua nanti sebuah buku yang membuka suatu rahsia yang selama ini tersimpan rapi. Bukan tentang Zionis, bukan Freemason, bukan Illuminati atau perihal Dajjal. Tetapi MOSSAD! Mungkin dia ada di sisi kamu! Berhati-hatilah, kita tidak pernah benar-benar tahu siapa yang duduk di samping kanan dan kiri kita. Saat kita alpa, mereka akan menikam dan tak meninggalkan jejak untuk dikesani; sebab mereka sendiri berkata:

“Cara kami kerja sederhana.Membuat orang merasa
bahawa kami adalah sahabat setia mereka. Tapi sesungguhnya!
Kami tidak pernah menjadi sahabat mereka!”


Salam hormat,

ABBAN NAMUS.

ADAKAH YANG LEBIH DARIMU....


adakah yang lebih luas dari selaut sabar dan segunung tegarmu, ya Rasul
yang tak tertandingkan
yang membuat ribu badai kalah dan tertakluk

adakah yang lebih madu dari lembut tutur kata dan santun bahasamu, ya Rasul
yang tak terpuisikan
yang membuat hati jatuh gementar dan hanyut

adakah yang lebih cahaya dari senyum sederhana dan sahajamu, ya Rasul
yang tak terlukis...
yang membuat teduh dan sejuk merongga dada

adakah yang lebih mulia dari luhur budi dan bijak akhlakmu, ya Rasul
yang tak terbantah...
yang membuat tunduk dan hormat semesta alam pun segenap mahluk

adakah yang lebih dalam dari cinta pemimpin kepada umatnya, ya Rasul
yang tak terukur...
yang sanggup membuat hujan tumpah demikian lebat - demikian panjang di matamu sebelum pergi dulu

adakah yang lebih sembilu dari rindu umat kepada pemimpinnya, ya Rasul
yang tak terperi...
yang membuat waktu menunggu begitu seksa begitu sendu

ke dalam barismu, ya Rasul, ke dalam barismu!
rindu tak henti mencari - tak henti menuju!


~ ABBAN LO'BAW ~

TAHUKAH KALIAN, DI HADAPAN SIAPA KITA BERDIRI???


Hatim Al-Isham pernah ditanya tentang solatnya.

Ia pun menjawab,
“Jika waktu solat telah tiba, aku berwudhuk dengan sempurna, dan menghampiri tempat di mana aku akan mengerjakan solat. Aku pun lantas duduk di sana sampai seluruh tubuhku terttumpu. Kemudian aku pun memulai solat dengan menjadikan Kaabah seolah berada di hadapanku, jambatan Ash-Shirath terletak di bawah kakiku, Syurga di samping kananku, dan neraka di sebelah kiriku, serta Malaikat Maut berada tepat di belakangku. Aku pun menganggap solat ini sebagai solat yang terakhir."

Hatim al-Isham yang kesebakan meneruskan katanya lagi:-
"Kemudian aku mulai mengerjakannya dalam nuansa antara raja'( harap) dan khauf (cemas). Aku bertakbir sepenuh mungkin, dan membaca lantunan ayat Al-Quran dengan tartil, kemudian aku rukuk dengan tawadhu dan bersujud dengan penuh khusyuk.
Selanjutnya aku duduk di atas kaki kiri dengan menjulurkan telapaknya dan menegakkan telapak kaki kanan di atas ibu jari. Aku pun mengakhiri solat tersebut dengan rasa ikhlas. Tetapi aku tidak tahu apakah solat itu dikabulkan atau tidak!”

Mari saudaraku! Bacalah setiap potong kalimat Hatim satu persatu, kemudian berusahalah selalu untuk mengerjakan solat seperti di atas mulai sekarang dan jangan biarkan kesempatan berlalu begitu saja. Perhatikan juga Ali bin Abi Thalib. Selepas wudhuk biasanya beliau gementar. Ketika ditanya sebabnya, beliau mengatakan,

“Sekarang aku sedang memikul amanah yang pernah diberikan kepada langit dan bumi serta gunung, tapi mereka semua menolaknya. Namun aku kemudian maju dan bersedia menerimah amanah ini”.


Inilah seni mempersiapkan solat!


Selanjutnya perhatikan bagaimana Al-Hasan, putera Ali. Selepas berwudhuk biasanya beliau gementar, ketakutan, menghiba dan air mukanya berubah. Ketika ditanya sebabnya, beliau menjawab,

“Tahukah kalian, di hadapan Siapa aku berdiri?”


Sungguh, tidak salah jika seorang anak menyerupai ayahnya!


MALULAH AKAN TEGURAN ALLAH.


Sayyidina Abdullah bin Ma’sud berkata, “Tatkala turun ayat, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah” (Al-Hadid:16)

Waktu itu baru empat tahun kami masuk Islam. Namun Allah telah menegur kami dalam hal kekhusyukan solat. Kami pun kemudian keluar untuk saling menegur satu sama lain, dengan mengatakan, ‘Sudahkah kalian mendengar bahawa Allah telah berfirman,
Belumkah datang watunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?’ Salah sorang lelaki pun kemudian terjatuh akibat menangis atas teguran Allah terhadap diri kami ini” Belum datang jugakah, wahai diri, waktunya bagi kita untuk meraih kekhusyukan dalam solat?!

Tidak pernahkah anda merasakan, meski hanya sekali, bahawa Allah telah menegur anda dengan ayat di atas?!
Saudaraku tercinta, malulah atas teguran Allah ini!

BINTANG-BINTANG KE DADAKU.....


Betapa aku menikmati setiap kenagan berada di sampingnya.
Setiap remas tangannya di jemariku tak memerlukan kata-kata.

Tapi bukan itu yang paling istimewa.


Yang ingin kuceritakan adalah kisah,

tentang sepasang mata yang tak biasa-biasa saja.
Mata yang tak henti menjatuhkan bintang-bintang ke dadaku.


Ada saat ketika dia tersenyum

Sepasang matanya bercahaya pagi
setiap fajar, ketika subuh menggema, dibangunkannya aku

Duhai mata yang menyimpan rindu.
Bukan, bukan padaku, kutahu lebih dari itu….


Ada saat ketika dia diam saja
Sepasang matanya tiba-tiba biru
Sehabis ketemu, setiap usai kukucup tangannya dan dikucupnya keningku dengan bibir gementar,
kutahu teduh mata itu merunduk dan mengabut
menikmati cintanya

Ada saat ketika dia tertawa

Sudut matanya berkerut indah, sepasang matanya bercerlangan

Saat sampai dari kembara.
Dibawanya harum rumput basah sehabis hujan,
sejemput kisah yang ditabung sekian lama untuk diceritakan

Ah, mata yang pelangi, kunanti burung besi menerbangkanmu
menujuku usai bertugas setiap kali

Berkali-kali, ya berkali-kali
Demikianlah, yang kuceritakan hanya setitik saja kisah.
Dari sekian besar anugerah yang ruah

Tentang sepasang mata yang tak biasa-biasa saja

Mata yang tak henti menjatuhkan bintang-bintang ke dadaku

Yang tak letih menggali seribu terang dari gelapku.
Dan lebih mencintai seribu lebih dari kurangku

Sungguh, tak biasa-biasa saja
Sebab bermula darinya,
tak bosan-bosan dikenalkannya aku seribu rindu,
seribu sejuk, seribu warna, seribu indah cahayanya!

~ ABBAN MALENA ~
*saat rindu padamu bertamu RANY SANDHIYA MALENA - al fatihah!