KATA PALING INDAH....


Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ‘Ibu’, dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati.

 

Salahlah bagi orang yang mengira bahawa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.

 

Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang.

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

 

Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan dengan keindahan jiwa dan raga adalah suatu kebenaran, yang sekaligus nyata dan maya, yang hanya bisa kita fahami dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita sentuh dengan kebajikan. 

 

Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka bekasnya. Tawa dan airmata datang dari sumber yang sama. Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan 

 

Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati; satu hati menangis dan yang satu lagi bersabar.

SEKIRANYA ENGKAU MENGUSIRKU.....


Demi kemuliaan-Mu, o Tuhan, sekiranya Engkau mengusirku, 
maka aku akan tetap berdiri di depan gerbang-Mu, 
dan aku tidak akan berhenti untuk memohon kepada-Mu,
kerana ma'rifatku tentang kebaikan-Mu dan kemuliaan-Mu, 
serta lapangnya rahmat dari-Mu. 
kepada siapa lagi seorang hamba datang, kecuali kepada Tuannya ? 
kepada siapa lagi seorang hamba bersandar, kecuali kepada Empunyanya ?...
Tuhanku, seandainya Engkau mengikatku dengan belenggu, 
dan menahan pemberian-Mu kepadaku di antara para saksi, 
seandainya Engkau campakkan aibku di depan mata hamba-hamba-Mu, dan menyuruhku memasuki neraka, 
dan seandainya Engkau pisahkan aku dari orang-orang yang berbakti kepada-Mu, 
maka tak kan kuputuskan harapanku dari-Mu, dan tak kan kupalingkan angan-anganku tuk harapkan maaf dari-Mu... Cinta-Mu tak kan pernah lari dari hatiku.

SEMAKIN AKU BERLAGAK TAHU - APA ITU CINTA?


Semakin aku berlagak tahu apa itu cinta, maka aku semakin tahu bahawa sebenarnya aku tidak tahu apa-apa. Apa yang dulu kuanggap cinta, ternyata bukanlah cinta. Waktu akan menguji dan mengasah kekuatan cinta. Waktu… itulah yang aku takutkan. Cinta bisa memakai wujud berupa perpisahan. Cinta bisa memakai wujud berupa air mata. Dan semua wujud itu dikuasai dan terpenjara dalam waktu.

 

Cinta itu ibarat bintang. Hidup tanpa cinta bagaikan malam tak berbintang. Gelap gelita. Jalan ke sana salah, ke sini keliru. Cinta itu ibarat garam. Sayur tanpa garam rasanya akan hambar. Hidup tanpa cinta, akan membuat manusia menjadi gila. Gila harta, gila populariti, gila kehormatan, gila oleh gemerlap dunia yang menampilkan bayangan ’semu’ fatamorgana cinta.

 

Berbicara tentang cinta memang membuai setiap generasi. Tulisan-tulisan tentang cinta tidak akan pernah tutup usia selama bumi ini masih ada. Tetapi tetap saja, cinta tidak bisa diselami hanya dengan kata-kata, kerana cinta itu rentan terhadap erosi waktu. Tetapi ketika cinta disandarkan pada yang memerintah dan mengendalikan gerakan waktu itu, maka cinta itu akan kukuh, cinta yang sejati.

 

Cinta sejati harus berawal dari kepenuhan akan Cinta Sejati Sang Pencipta Waktu. Kerana tanpa itu, cinta akan terkungkung oleh batas ideologi, agama, ras, dan geografi. Cinta sejati tidak mengenal jarak ruang dan waktu.

 

Cinta tidak perlu kata-kata. Memandang cakerawala biru dalam sunyi, dua hati berbicara dalam kata yang tak terucapkan. Genggaman tangan dalam kebisuan menumbuhkan berjuta harapan. Uluran kasih yang tulus menggetarkan kehidupan. Cinta bukanlah sekadar janji. Cinta adalah memberikan yang terbaik demi yang dicintai.Memberi bukan kerana menerima, tetapi memberi kerana mencintai.

 

Cinta adalah kecocokan jiwa. Setidaknya itulah yang aku 
yakini saat ini. Cinta yang hanya bersandarkan pada eloknya fizik akan gagal diterjang waktu. Cinta yang bersandar pada ego dan hasrat sendiri akan berakhir tanpa ampun. Cinta datang bukan dari keakraban yang lama atau pendekatan yang tekun melainkan cinta adalah kecocokan jiwa, yang harus diuji dan berjalan selaras dengan kehendak Sang Pencipta Waktu.

 

ADUHAI INDAH NIAN......


Aduhai indah nian, ya Allah, mawar yang Engkau hadiahkan untukku. Ialah permata hatiku, yang menebar sejuk dan harum ke segala penjuru hati hamba. Merah mahkotanya adalah cinta kasih-Mu. Hijau segar kelopaknya adalah kekuatan-Mu untuk diri yang lemah ini. Untai tangkai berdurinya adalah ujian keimananku agar tak pernah sedetik pun berpaling, mencari pengganti Diri-Mu. Aromanya adalah terapi jiwaku yang ingin selalu bersandar pada-Mu, bergantung pada kuasa dan kehendak agung-Mu…

Mawar ini adalah bukti betapa sayang-Mu pada hamba; lebih luas dari alam semesta-Mu; lebih dalam dari samudera biru-Mu; lebih lembut dari sutera surga-Mu; lebih kokoh dari langit dan bumi-Mu. Betapa elok rupanya, membuat mata zahir dan batin hamba tak kuasa menahan haru. Air mata cinta mengalir, menyejukkan wajah dan hatiku, saat kunikmati keindahannya. Saat sendiri di tengah malam, saat terbina dalam ukhuwah, adalah saat-saat terindah…ketika sang mawar mekar bersemi…menebar harum yang terus mewangi…

Engkau telah tetapkan ya Allah. Mawarku juga untuk hamba-Mu, teman hidupku. Saat ini, hanya Engkau yang Maha Tahu rahasia itu. Kepada siapa kurangkaikan mawar terindah ini, agar terjalin dua kuntumnya di dua hati yang bersatu selamanya; agar sempurna jalan yang harus ditempuh dalam kemuliaan agama-Mu; agar tentramnya selalu bercahaya di sepanjang jalan menuju ridha-Mu.

Terkadang hati ini gundah dan tak sabar menunggu. Saat itulah sejatinya, Engkau menguji kesetiaanku pada-Mu. Saat itu pula, musuhku yang paling nyata menertawakan kelemahanku; saat tanpa sadar, kaki ini melangkah menjauh dari-Mu; saat tanpa sadar, hati ini berharap pada makhluk-Mu, bukan pada-Mu. Ampuni hamba, ya Allah. Sungguh, hamba tidak tahu, sedang Engkau Mengetahui segalanya. Engkau mengetahui yang terbaik untuk hamba-Mu.

Aku hanya bisa mengerahkan ikhtiar dan menghulurkan doa. Harap dan cemas berpadu, tunduk di bawah kebesaran-Mu. Rabbii, aku tak berharap kesempurnaan, tetapi hamba merindukan harmoni yang selalu menggubah nada-nada cinta-Mu, di dalam mahligai mawar yang terangkai indah. Rabbii, aku tak mau melayang dalam angan yang panjang. Kerananya, hamba memohon kekuatan dan ketegaran agar terjaga dalam kekhusyukan, membara dalam persiapan jiwa dan raga, menanti hari yang tak pernah dilupakan. Itulah hari, saat hamba mengucapkan dan Engkau pun menyaksikan : “Sekuntum mawar ini kurangkaikan untukmu, teman sejatiku…”

PESAN AKHIR SEORANG PEJUANG!


* lantunan rasa isteri pejuang Dato’ Onn Jaafar *

 

 Katanya……

Andai nafasku terhenti di sini

Tunaikan pesan akhir ku ini

Dengan simpanan kita miliki

Urusi jenazahku – kafani aku

Ke kamar persemadian; anak cucu usungiku

Mohon tiada iringan hormat negara buatku

 

Sebak si isteri berceritera……

Benar saja katanya,

Malam Jumaat seperti ayahnya

Dia menutup mata; pamit untuk dunia

Hanya 30 ringgit di tangan yang ada

Cuma 300 ringgit simpanannya…

Namun mencukupi wasiat disempurna

Jenazah digalas anak cucu meski sedepa

Tapi maafi dinda aduhai pendita sukma……

Kerna pinta sungguh bertalu kepala Negara

Tak mampu kutolak buatmu hormat akhir jelata…

 

Retak beribu hati isteri pejuang ini

Mahu kucari air mata untuk ditumpahi

Jika terhimbau santun pada anak isteri

Amat halus pekerti berbanding sutera

Hilang dayaku mengingati  cinta nusanya…..

 

 

 

~AbShuhey Namus~

24 Ogos 2008

11.04 pm – Ahad

Jannatul Ajillah

JIKA KITA BISA MENDENGAR BICARA TUHAN....


Wahai hamba-hambaKU...

Aduhai Bani Adam...

Demi kemuliaan dan kebesaran-KU dan juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukan-KU di atas Arsy. Aku akan mematahkan harapan orang yang berharap kepada selain AKU dengan kekecewaan. Akan AKU pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di mata manusia. AKU singkirkan ia dari mendekati-KU, lalu AKU putuskan hubungan-KU dengannya.

Mengapa ia berharap kepada selain AKU ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan, padahal sesungguhnya kesulitan itu berada di tangan-KU dan hanya AKU yang dapat menyingkirkannya. Mengapa ia berharap kepada selain AKU dengan mengetuk pintu-pintu lain,; padahal pintu-pintu itu tertutup? Walhal hanya pintu-KU yang terbuka bagi siapa pun yang berdoa memohon pertolongan dari-KU`.

Siapakah yang pernah mengharapkan AKU untuk menghalau kesulitannya lalu AKU kecewakan? Siapakah yang pernah mengharapkan keampuanan-KU kerana dosa-dosanya yang besar, lalu AKU putuskan harapannya? Siapakah pula yang pernah mengetuk pintu-KU lalu tidak AKU bukakan?

AKU telah mengadakan hubungan langsung antara AKU dengan angan-angan dan harapan seluruh makhluk-KU. Akan tetapi, mengapakah mereka bersandar kepada selain AKU? AKU telah menyediakan semua harapan hamba-hamba-KU, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindungan-KU?

Dan AKU pun telah memenuhi langit-KU dengan para Malaikat yang tidak pernah jemu bertasbih kepada-KU, lalu AKU perintahkan mereka supaya tidak menutup pintu antara AKU dengan hamba-hamba-KU. Akan tetapi mengapa mereka tidak pernah percaya kepada firman-firman-KU?

Tidakkah mereka mengetahui bahawa siapa pun yang ditimpa oleh bencana yang AKU tutunkan tiada yang dapat menyingkirkannya kecuali AKU? Akan tetapi, mengapa AKU melihat ia dengan segala angan dan harapannya itu selalu berpaling dari-KU? Mengapakah ia sampai tertipu oleh selain AKU?

AKU telah memberikan kepadanya segala kemurahan-KU tanpa ia harus meminta terlebih dahulu. Ketika semua itu AKU cabut kembali darinya, lalu mengapa ia tidak lagi memintanya kepada-KU untuk segera mengembalikannya, tetapi sebaliknya meminta pertolongan kepada selain AKU?

Apakah AKU yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai semula tidak AKU berikan? Apakah AKU ini bakhil sehingga dianggap bakhil oleh hamba-KU? Tidakkah dunia dan akhirat itu semuanya milik-KU? Tidakkah semua rahmat dan kurniaan itu berada di tangan-KU? Tidakkah dermawan dan kemurahan itu adalah sifat-KU?

Tidakkah hanya AKU tempat bermuaranya semua harapan? Dengan demikian, siapakah yang dapat memutuskannya dari-KU?

Dan semua yang AKU berikan tidak akan mengurangi kekayaan-KU meskipun sebesar debu. Bagaimana mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedangkan AKU mengawasinya?

Sungguh, alangkah celakanya orang yang terputus dari rahmat-KU. Alangkah kecewanya orang yang berlaku maksiat kepada-KU dan tidak merasa AKU memerhatikannya dan tetap juga melakukan perbuatan haram seraya tidak merasa malu kepada-KU....


{Diinterepetasikan berdasar HADITH-HADITH QUDSI yang diceritakan oleh Ibn Husain dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim & At-Tirmidzi serta Ibn Hibban}

MENERIMA APA ADANYA


Seorang pelajar yang baru saja pulang dari medan perang menelefon orangtuanya di rumah. Orangtuanya begitu senang mendengar  anaknya telah kembali. Mereka segera menyuruh pemuda itu untuk pulang ke rumah. pemuda itu pun sudah tidak sabar lagi rasanya untuk berkumpul kembali dengan keluarganya setelah berbulan bulan lamanya ia harus berada di negara lain untuk berperang.


Pemuda itu menanyakan pada orangtuanya apakah ia boleh membawa sahabatnya untuk tinggal bersama sama mereka. Orangtuanya setuju saja lagi pula mereka masih punya satu kamar extra di rumah, satu orang tentunya tidak mengapa. " tetapi sahabatku itu cacat Ia hanya memiliki satu lengan dan satu kaki saja ". Demikian si pemuda itu memberi penjelasan agar orangtuanya tidak terkejut nantinya.


Mendengar hal itu orangtuanya mengurungkan niatnya. Mereka mencuba memberi penjelasan pada puteranya, "Tidakkah sebaiknya kita membawa temanmu itu ke hospital mangsa perang? Kita akan susah mengurus segala keperluannya nantinya. Sudahlah, sebaiknya kamu segera pulang saja. kami sudah sangat merindukanmu. Besok pagi kami akan segera menjemputmu. Di mana kamu tinggal sekarang?". mendengar jawaban orangtuanya, pemuda itu memberikan hotelnya dan menutup telepon dengan kecewa.


Keesokan harinya orangtua pemuda itu menjemputnya di Hotel dan menemukan khabar bahawa pemuda itu telah bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya dari jendela. Setelah melihat mayat puteranya,betapa hancur hati mereka mengetahui  ternyata puteranya itu hanya memiliki satu Lengan dan satu Kaki.


Seringkali kita lupa bahawa mengasihi adalah menerima diri orang lain SEUTUHNYA tanpa syarat. Mengasihi suami bukanlah hanya pada saat dirinya begitu gagah dan mampan dengan pekerjaan yang menjanjikan. Mengasihi isteri adalah menerima dirinya apa adanya dengan kondisi fizik seperti apapun. Mengasihi anak adalah bisa memuji dan memberinya semangat sekalipun kemampuannya jauh di bawah rata rata anak seumurnya. Mengasihi Orangtua adalah bangga memiliki mereka sekalipun mereka bukan orangtua yang sempurna. MENGASIHI ADALAH MENERIMA ORANG LAIN APA ADANYA.

WARKAH UNTUK CINTAKU... (yang tak pernah terutus)


Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu, wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kusisipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku.

Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku

Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahawa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebahagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, kerana itu aku mencuba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahawa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahawa senyummu adalah sesuatu yang bererti bagiku. Ketenteramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia kerana sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan, Mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangkamu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah lelaki hebat yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini kerana aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukan dirimu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai isteriku namun sebagai kekasihku.

Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang bererti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

Aku yang tidak mengerti diriku…

Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berfikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu. .. aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.

Wassalam

MASIHKAH MAHU JATUH CINTA???


“Tak seorang pun di muka bumi yang lebih sengsara dari seorang yang dilanda cinta, meskipun ia mendapati cinta itu manis rasanya. Setiap saat engkau lihat ia selalu menangis, entah karena enggan berpisah atau karena rindu yang membara. Jika sang kekasih jauh, ia menangis karena rindu, jika dekat ia menangis karena takut berpisah.”

Dari ungkapan syair tentang cinta diatas maka disimpulkan jika orang yang jatuh cinta bisa memilih maka ia akan memilih untuk tidak jatuh cinta. Walaupun kita tahu cinta merupakan sumbangan kehidupan manusia termasuk kepada lawan jenis. Ia adalah fitrah hiasan umat manusia. Seorang yang bernama manusia akan dan pernah jatuh cinta kepada manusia lain. Ini adalah sesuatu yang tak bisa kita tolak.


Lalu mengapa memilih untuk tidak jatuh cinta? Jatuh cinta kok tidak dipilih? Cinta kan indah dan menyenangkan? Awal dari cinta memang merupakan keindahan. Namun pertengahan cinta adalah kegelisahan. Orang yang dimabuk cinta pastilah pernah merasakan penderitaan kegelisahan ini. Gelisah kerana menahan beratnya kerinduan. Gelisah akan ketidakpastian apakah orang yang ia cintai benar-benar akan menjadi miliknya. Gelisah bisa menyakiti....

PERKENANKAN AKU MENCINTAIMU....


Ya Allah, Ya Tuhanku…
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku…


Tuhanku…

Aku masih ingat saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu

Lembar demi lembar kitab kupelajari

Untai demi untai kata-kata para ustaz kuresapi

Tentang cinta para nabi

Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabbah para sufi

Tentang kerinduan para syuhada

Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi
dan pada sudut pandang yang mengawang di awan


Tapi Rabbi…

Berbilang detik, minit, jam, hari, bulan dan kemudian tahun berlalu

Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama,

Tapi… Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu
Aku makin merasakan gelisahku membadai

Dalam cita yang mengawang

Sedang kakiku mengambang tiada menjejak bumi
Hingga aku terhempas dalam jurang nan kegelapan


Wahai Ilahi…

Kemudian berbilang detik, minit, jam, hari, bulan dan tahun berlalu

Aku mencuba merangkak, menggapai permukaan bumi

Dan menegakkan jiwaku kembali m
enatap, memohon
dan menghiba di keharibaanMu:

“Allahu Rahim, Ilahi Rabbi,
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku”.

Allahu Rahman, Ilahi Rabii…

Perkenankanlah aku mencintaiMu sebisaku

Dengan segala kelemahanku
Ilahi…
Aku tak sanggup mencintaiMu
dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al-Musthafa

Kerana itu izinkan aku mencintaiMu

Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu

Atas derita batin dan jasadku

Atas sakit dan ketakutanku


Rabbi…
Aku tak mampu mencintaiMu seperti Abu Bakar,

Yang menyedekahkan seluruh hartanya

Dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.

Atau layaknya Umar yang menyerahkan separuh harta demi jihad
Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan DeenMu Atau seperti Ali KarramallahuWajha yg hebat semangat kepahlawanannya.

Maka Ya Allah…
Izinkan aku mencintaiMu
Melalui seratus-dua ratus perak yang terhulur

Pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan

Pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di tepi-tepi jambatan

Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.

Ilahi…
Aku tak mampu mencintaiMu
Dengan khusyuknya solat salah seorang sahabat NabiMu

Hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya

Kerana itu Ya Allah…

Perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu

Dalam solat yang cuba kudirikan teragak-agak

Meski ingatan kadang melayang ke pelbagai permasalahan dunia


Rabbi..
Aku tak dapat beribadah ala para sufi rahib
Yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu

Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rakaat lailku
Dalam satu-dua sunnah nafilahMu.

Dalam desah nafas kepasrahan tidurku.


Ya Maha Rahman…

Aku tak mampu mencintaiMu
Bagai para al hafiz dan hafizah
Yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam

Dari itu..
Perkenankanlah aku mencintaiMu
Melalui selembar dua lembar tilawah harianku

Lewat lantunan seayat dua ayat hafazanku


Ya Rahim…
Aku tak mampu mencintaiMu semisal Sumayyah
Yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DeenMu
Seandai para syuhada yang menjual dirinya dalam jihad
Maka perkenankanlah aku mencintaiMu

Dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu
Maka izinkanlah aku mencintaiMu
Dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.


Allahu Karim…
Aku tak mampu mencintaiMu di atas segalanya
Bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putera dan zaujahnya,

Dan patuh mengorbankan pemuda penyejuk matanya

Maka izinkanlah aku mencintaiMu
di dalam segalanya
Dengan mencintai keluargaku
Dengan mencintai sahabat-sahabatku

Dengan mencintai manusia dan alam seluruhnya


Allahu RahmanuRahim, Ilahi Rabbi…

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku..

Agar cinta itu mengalun dalam jiwa

Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku selamanya.

HATIKU MILIKNYA


teringat ku akan cinta
cinta yang
indah
...
namun sungguh jauh dirasa
sungguh ku tak kuasa...
demi menggapai kemurnian cinta...


walau cinta tak kunjung tiba,
tahun pun telah memakan usia
namun satu hal pasti kurasa..,
suatu masa.... entah dimana
kan kutemukan erti sebuah cinta


walau harus menitik air mata
tiada hal yang tersia...
jika cinta sudah kujumpa
kan kuberikan hati pujangga.


cinta...
tiada habis kuucap kata
tak suatu hal dapat merupa
namun satu hal kupercaya
hatiku hanya miliknya...

NAVIGATOR MINDA (1)


Sebelum sesuatu empayar direka bentuk, akan bermula satu perhimpunan secara sulit oleh segolongan pemimpin yang digelar Keeper of the Secrets atau Jemaah Pemegang Mohor Besar Rahsia Mutlak. Mereka berkumpul untuk merangka infrastuktur satu wawasan atau a Global Vision for a New World Order.

Perhimpunan sedemikian telah dilakukan untuk beribu tahun. Misalnya setelah 300 tahun pemergian Nabi Isa, pemimpin Kristian telah berkumpul untuk memartabatkan ugama tersebut melalui ikon-ikon keugamaan iaitu The Holy Cross, kemudian mengumpulkan ajaran NabI Isa dari mata intepretasi para sahabat Nabi serta mewujudkan The Holy Bible serta seorang Pemimpin Induk iaitu satu kedudukan sama seperti The Pope.

Dari sudut politik pula sebelum Presiden Amerika yang pertama dilantik, persidangan Keepers of the Secret tersebut diadakan untuk. mewujudkan a Global Vision for a New World Super Power melalui ikon Presiden Amerika dengan Presidential Power of Politics, ikon mata wang emas Amerika iaitu Currency as a Commodity Power serta ikon kuasa Ketenteraan atau Supreme Military Power. Selama hampir 300 tahun ikon ini masih disanjung tinggi untuk memartabatkan Amerika Syarikat sebagai World Super Power.

Perkara yang sama dilakukan di Britain, Israel, Jepun dan negara negara terbangun yang lain untuk mewujudkan diri mereka sebagai sebuah empayar. Pada zaman silam terdapat juga system yang sama diamalkan oleh Pemimpin Kuasa Mutlak.

Konsep yang sama juga diamalkan pada tahun 1945 bila perwakilan dari lima puluh buah negara bersidang di San Fransisco untuk United Nations Conference on International Organization. Tujuan persidangan tersebut adalah untuk wujudkan The United Nations Charter. Jadi pada 24 Oktober 1945 Pertubuhan Bangsa Bangsa Bersatu lahir setelah mendapat restu dari Amerika Syarikat, Russia, United Kingdom, China dan Perancis.

Titik permulaan sesuatu empayar baru adalah dengan mewujudkan satu wawasan yang perkasa atau a compelling vision. Wawasan perkasa pada mula-mula adalah satu gambaran yang perkasa dalam minda pengikut.

Pada masa orang kulit hitam dihina sebagai hamba abdi di Amerika, Dr. Martin Luther King telah meletakkan satu wawasan perkasa di dalam minda orang kulit hitam melalui ucapan I have a Dream dimana orang-orang kulit hitam menerima hak yang sama seperti orang-orang kulit putih. Sejak pembunuhan Dr. Martin Luther King, sebilangan besar orang kulit hitam dan kulit putih telah menjadikan ucapan I have a Dream sebagai ikon motivasi mereka untuk menerajui hidup masing-masing. Hari ini orang kulit hitam atau African American bersinar dalam berbagai bidang termasuk ketenteraan, sukan, politik, kerja sosial, keugamaan dan banyak lagi.

Pemimpin Hak Asasi Kulit Hitam, tahun 1960an Dr. Martin Luther King Jr telah memperjuangkan kebebasan untuk mendapatkan hak yang sama dengan penjajah kulit putih seperti menaiki bas, menggunakan tandas awam, makan dalam restoran yang sama, mendaftarkan kanak-knak dalam sekolah bersama kaum kulit putih. Pada tahun 1962, beliau telah memimpin seramai 200,000 orang dalam satu demonstrasi secara aman di Washington di mana beliau menyuarakan ucapan “ I have a Dream ” iaitu untuk hidup bersama-sama kaum kulit putih tanpa diskriminasi.

Pada tahun 1957, Dr. Martin Luther King telah kembara sejauh 780,000 batu serta membuat 208 ucapan untuk menstruktur NAVIGATOR MINDA kaum kulit hitam di Amerika.

Pada bulan Disember 1964, Martin Luther King dianugerahkan Nobel Peace Prize untuk aktiviti beliau membawa kebebasan kepada kaum kulit hitam melalui Bills of Equal Rights ( Akta Hak Asasi Yang Sama ).

Pada 4 April 1968 semasa beliau berada di balkoni bilik 306 dalam Motel Lorraine di Memphis, Tennessee, beliau telah ditembak mati oleh seorang anasir penjajah kulit putih dengan bantuan FBI-CIA dan White House yang bernama James Earl Ray. Penjenayah ini tertangkap di London dan dimasukkan dalam penjara selama 99 tahun. Dia meninggal dunia dalam penjara pada tahun 23hb April 1998.


BERSAMBUNG....

MAHUKU BERTANYA PADAMU, IBU....


Pernah suatu petang, ibu pulang dengan tapak kaki berdarah. "Tertusuk kerikil," terangnya. Setelah perjalanan panjang yang melelahkan semenjak pagi, wanita yang kasihnya tak terbilang nilai itu mengakhirinya dengan sedikit ringisan, "Tidak apa-apa, cuma luka kecil je," tenang ibu.

Padahal, baru dua hari lalu beberapa orang warga yang tak satu pun saya mengenalnya menemui ibu dalam keadaan pengsan. Ternyata ibu kelelahan hingga tak kuat lagi berjalan jauh mengetuk pintu ke pintu rumah orang yang tak dikenalnya untuk menawarkan jasa mengajar baca tulis Al Qur'an bagi penghuni rumah. Tak jarang suara hampa yang ia dapatkan dari dalam rumah, sesekali penolakan, dan tak terbilang kata, "Maaf, kami tak perlu guru mengaji di rumah." Tapi ibu tetap tersenyum.

Sedari awal, ibu yang membantu ayah mencari nafkah buat enam anaknya. Pagi ia menjual nasi lemak dan kuin-muih dengan bermodalkan sedikit keterampilan memasak yang ia peroleh sewaktu muda dulu. Menjelang siang ia memulai menyusuri jalan yang hingga kini takkan pernah bisa kuukur, menawarkan jasa dan keahliannya mengajar baca tulis Al Qur'an. Selepas isya' kami ke enam anaknya menunggu setia kepulangan ibu di pinggir jalan.

Sempat aku bertanya dalam hati, lelahkah ia ?

Biasanya kami berebut untuk menjadi tukang picit ibu, saya di kepala, abang di kaki, sementara kedua tangan ibu diselangi adik-adik. Kecuali si cantik bungsu, usianya kurang dari empat tahun kala itu. Bukannya ibu yang tertidur pulas, justeru kami yang terlelap satu persatu terbuai indahnya nasihat lewat tutur cerita ibu.

Tengah malam saya terbangun, melihat ibu masih duduk bersimpuh di sajadahnya. Ia menangis sambil menyebut nama kami satu persatu agar Allah membimbing dan menjaga kami hingga menjadi orang yang senantiasa membuat ibu tersenyum bangga pernah melahirkannya. Saya terbangun sekejap dan kemudian terlelap kembali hingga menjelang subuh ia membangunkan kami.

Selepas subuh, wanita yang ketulusannya hanya mampu dibalas oleh Allah itu meneruskan pekerjaanya menyiapkanjualan. Sementara kami membantu ala kadarnya. Tak pernah saya melihat ia mengeluh meski sudah mericik peluhnya.

Kala itu hatiku bertanya satu soalan, bilakah ia terlelap?

Pagi hari di sela kesibukannya melayani pembeli, ia juga harus menyiapkan pakaian anak-anak untuk ke sekolah. Sabar ia melayani karenah kami yang minta perhatian layannanya. Wanita yang namanya diagungkan Rasulullah itu, tak pernah marah atau kesal. Sebaliknya dengan segenap cinta yang dimilikinya ia berujar, "Abang sudah besar, bantulah ibu ya."

Ingin sekali kutanyakan, ibu…. Tidak pernahkah engkau berkeluh-kesah???
Semuanya itu…bisa membuat aku menangis keranamu oh! Bondaku….

SUKA SAYANG CINTA


*Saat kau MENYUKAI seseorang,kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.

*Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.

*Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.


*Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"

*Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"

*Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...


*SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."

*SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.

*CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."


*SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Ia sangat cantik dan menawan."

*SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.

*CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."


*Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.

*Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.

*Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,"Tak apa dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan."


*Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.

*Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.

*Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...


*SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.

*SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.

*CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaannya.


*SUKA adalah hal yang menuntut.

*SAYANG adalah hal memberi dan menerima.

*CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.

MAMPUKAH AKU & KAU BERTAHAN.....?


Aku mungkin bukan langit harapanmu.
Aku juga bukan bintang, tempat kau gantung citamu.
Tapi, biarkan ku cuba menjadi bumi;
Sahabat untuk temani perjalanan hidupmu,

Jadikan aku kuburan dukamu.
Tumpahkan lara, kudengar hatimu.

Gapailah bintang asamu,
Kubahagia melihat senyum mu,

Kutahu lukamu;
Luka yg kau dapat; saat ini sedang kurasa
Betapa susah lupakan ye ?.
Nah, itu lah kesombongan cinta.

Sahabat, biarlah keindahan berteman keindahan,
Biarlah hari berlalu ; indah ataupun suram
Biarkan duka dan bahagia bermain bersama,
Biarlah siang dan malam menambah umur zaman.
Kerana kita tak kan tahu
Harapan dan kehendak Tuhan,
Keinginan dan keagungan-Nya

Sahabat, walau air mata tak dapat kubendung,
Sesaknya dada tak dapat kutahan,
Rusuhnya Jiwa tak bisa kusembunyikan.
Namun kusedar, ku tak kuasa,
Aku tak kan dapatkan,
Seluruh cinta dan sayang mu,
Seluruh hati dan jiwa mu.
Dan ku tak kan rampas kebahagiaan mu
Ku tak ingin orang merebut paksa dari mu.
Ku jaga, agar nanti dapat kau berikan dengan tulus
Kepada sang bintang, pujaan jiwamu.

Jadi,
Biarkan aku menjadi bumi; sahabatmu,
Kucukup bahagia untuk temanimu,
Walau dengan hati kecil yang hancur,
Walau dengan penantian yang tiada berujung.
Ku tak banyak berharap,
Bahkan kubiarkan jiwaku tanpa harapan.
Jangan kau pikirkan perihku sahabat,
Sebab kau telah tetapkan ingin mu,
Dan di antara sajak perih saat hati penuh luka membiru
Ku tak kan berdamai dengan hatiku.


Maka,
Pintaku, lalui jalan mu?
Jangan kau menoleh ke belakang,
Lalui harimu, temukan cintamu,
Walau ku masih harapkan kau,
Tapi ku telah berjanji untuk dustai hatiku,
Biarlah hati yang luka kutambah sayatannya.
Sampai rasa itu benar-benar pupus,
Itulah caraku ,
Kubunuh cintaku, kerna cinta.
Kubuang sayangku kerna sayang,
Kukubur rinduku, kerna rindu.

Aku berharap semua yang terlalui hanya mimpi,
Dan berharap dapat hidup dalam mimpi indahku.
Sayang, Tuhan tak kan ubah kenyataan.

Satu yg kusisakan dihati, Harapan untuk jadi bintang bagimu.
Suatu pagi, ketika sang surya terbit terakhir kalinya.; dan kau berikan segalanya, tulus untuk yang terakhir kalinya ,
sebelum semuanya terbenam, ditelan senja,

(Akankah ku mampu bertahan??)